Artikel

Panduan Pembukuan Sederhana untuk Bisnis
Admin - Senin, 27 Januari 2020

Melakukan kesalahan saat menjalankan bisnis untuk pertama kalinya sebenarnya cukup lumrah. Hanya saja, bukan berarti Anda lantas bisa membiarkan saja satu demi satu kesalahan terjadi terus-menerus, mengingat banyak kesalahan yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal. Apalagi, sebenarnya banyak kesalahan dalam bisnis yang kelihatan sepele, tapi sebenarnya punya akibat fatal. Salah satunya sikap meremehkan kebutuhan pembukuan keuangan untuk bisnis.

Karena pebisnis pemula cenderung fokus hanya pada produk dan pemasaran, sering kali cash flow atau aliran kas jadi perkara yang dinomorduakan. Padahal, ada-tidaknya kas bagi sebuah bisnis – besar maupun kecil – adalah sebuah hal yang sangat penting karena berkaitan dengan kemampuan bisnis dalam membayar. Untuk mencegah risiko fatal karena mengabaikan pentingnya aliran kas, pembukuan keuangan dan akuntansi perlu diterapkan.

Untungnya, pembukuan tidak perlu jadi sebuah langkah rumit untuk dijalankan dalam aktivitas sehari-hari sebuah bisnis, bahkan bisnis yang masih berusia sangat muda. Yang penting adalah paham pentingnya pembukuan untuk kemajuan dan perkembangan bisnis, tahu apa saja elemen keuangan penting yang wajib diketahui oleh setiap pemilik usaha, hingga tahapannya. Di kesempatan kali ini, Anda bisa temukan panduan singkat pembukuan sederhana yang dapat dijadikan sebagai panduan bagi bisnis Anda.

Berikut langkah-langkahnya dan selamat membaca!

1. Buat catatan pengeluaran.

Anda bisa mulai dengan menyiapkan catatan pengeluaran terkait aktivitas operasional bisnis Anda, baik dalam buku atau dengan memanfaatkan program komputer. Catat segala jenis pengeluaran yang dilakukan bisnis Anda, seperti belanja bahan baku, biaya operasional, dan gaji karyawan, sejak bisnis Anda berdiri dan beroperasi. Tujuannya adalah agar Anda tahu berapa nominal modal usaha yang sudah Anda belanjakan untuk memulai dan menjalankan bisnis. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan gambaran lebih jelas soal nominal modal usaha yang perlu “dikembalikan” dari aktivitas operasional bisnis.

2. Buat catatan pemasukan.

Bukan hanya pengeluaran saja yang perlu dicatat, tapi pemasukan juga. Catatlah segala aliran uang masuk yang diperoleh dari operasional utama bisnis, yaitu penjualan produk atau pendapatan jasa. Selain itu, catat juga uang yang masuk karena adanya piutang yang dibayarkan kepada bisnis Anda. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas soal pemasukan operasional hingga keuntungan bisnis Anda dari hari ke hari.

3. Buat catatan kas utama.

Kas memainkan peran penting dalam kelangsungan bisnis karena sangat menentukan likuiditas sebuah usaha, yang berkaitan dengan kelancaran bisnis dalam melakukan pembayaran. Karena itu, tak heran kalau buku kas adalah salah satu bagian penting dari pembukuan bisnis. Untuk Anda yang masih pemula dalam berbisnis, buatlah catatan atau buku kas yang isinya adalah gabungan dari catatan pengeluaran dan pemasukan di atas. Dengan demikian, Anda bisa mengetahui dengan lebih baik bagaimana aliran kas masuk dan keluar bisnis setiap harinya.

4. Buat catatan persediaan barang.

Untuk Anda yang menjalankan bisnis dagang, tentu ada stok barang yang tersedia, kan? Nah, persediaan barang ini juga perlu dicatat, karena stok barang berpotensi untuk menjadi uang setelah barang terjual. Dengan demikian, adanya pencatatan stok barang yang cermat dan akurat jelas akan sangat membantu Anda dalam memonitor dan mengawasi stok barang yang ada di gudang. Dengan mengetahui aliran keluar dan masuk stok barang dari waktu ke waktu, Anda juga jadi bisa merencanakan pembelian barang sebagai persediaan dengan lebih cermat untuk menghindari stok menumpuk, terutama jika Anda berjualan produk yang punya umur simpan pendek seperti makanan segar.

5. Buat catatan inventaris barang.

Kalau persediaan atau stok berkaitan dengan barang yang akan dijual, inventaris adalah barang yang dibeli perusahaan untuk menunjang operasional. Contohnya perlengkapan dan peralatan seperti alat tulis kantor, meja, kursi, lemari, hingga aset bernilai tinggi seperti mesin, tanah dan bangunan. Dengan membuat catatan inventaris dan teratur melakukan pengecekan, Anda pun bisa melindungi aset bisnis dengan lebih baik.

6. Buat laporan laba/rugi.

Salah satu laporan yang juga perlu dipersiapkan bisnis Anda sebagai bagian dari pembukuan sederhana adalah laporan laba/rugi. Secara garis besar, laporan laba/rugi bertujuan untuk mengetahui jumlah laba atau rugi kotor maupun bersih dalam satu periode. Dalam laporan ini, Anda juga bisa mengetahui berapa besar pendapatan terutang (piutang) yang belum menjadi kas atau uang tunai dari satu periode ke periode berikutnya.

Nah, siapa bilang pembukuan adalah hal yang merepotkan? Jika Anda terus-menerus mempertahankan anggapan seperti itu, bayangkan saja dampaknya pada bisnis Anda. Jadi, daripada bisnis Anda harus merasakan getahnya, yuk segera mulai lakukan pembukuan untuk usaha Anda sekarang juga!

Baca Juga
Hubungi Kami

  PT AMZ Wira Indonesia

bb 0818 100 813
email amz.kelas@gmail.com

Kursus Online
Blog
 
Copyright © 2015-2019 Kursus Akuntansi All Rights Reserved