Artikel

Definisi, Karakter, dan Beragam Masalah dalam Sistem Informasi Akuntansi
Admin - Jumat, 15 Januari 2016

Dalam sebuah badan usaha sistem informasi akuntansi atau secara awam dapat dipahami lebih kurang sebagai pencatatan keuangan dengan rapi sesuai standar yang berlaku sangat dibutuhkan. Hal ini akan berguna untuk memproyeksikan kemajuan perusahaan serta dapat dijadikan referensi dalam usaha-usaha yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan, dan dapat menjadi jaminan peminjaman dana baik dari investor maupun institusi resmi. Berikut ini adalah ulasan singkat mengenai definisi, sifat, serta berbagai masalah dalam sistem informasi akuntansi.

Definisi informasi

Meskipun seringkali dianggap sama tetapi sesungguhnya informasi mempunyai pengertian yang berbeda dengan data. Data dapat dikatakan sebagai rekaman fakta sementara informasi adalah rekaman fakta yang telah diproses sedemikian rupa menggunakan metode tertentu dan mempunyai fungsi untuk membantu pengambilan keputusan. Contoh sebuah informasi misalnya adalah prediksi penjualan di tahun depan adalah meningkat sebesar 10% dari data penjualan saat ini. Sementara dari informasi tersebut yang dapat dianggap sebagai data adalah faktur penjualan dari suatu produk yang dibicarakan tersebut. 

Bila dihubungkan dengan informasi akuntansi, tentu merupakan data akuntansi yang sudah diproses dengan metode tertentu dan pada akhirnya akan menunjang pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keuangan atau akuntansi. Tujuan dari penerapan sistem akuntansi pada suatu badan usaha adalah memberikan informasi bagi para pengguna internal perusahaan yaitu institusi manajemen sekaligus memberikan informasi juga kepada pengguna eksternal atau akuntansi keuangan. Jadi dapat dikatakan bahwa akuntansi sejatinya adalah informasi yang diperuntukkan bagi pihak-pihak yang berhubungan dalam pengambilan keputusan dalam satu kesatuan utuh suatu usaha.

Karakter informasi yang berguna

Mutu informasi akan menentukan kualitas keputusan yang hendak diambil. Dengan demikian dibutuhkan beberapa kualitas berikut ini demi pengambilan keputusan yang berkualitas.

  • Relevan; Relevansi sangat dibutuhkan pada informasi yaitu relevan dengan keputusan yang hendak diambil.  Karena itu untuk membuat keputusan yang berbeda dibutuhkan informasi yang berbeda pula. Itulah sebabnya informasi sebagai dasar pengambilan keputusan haruslah selaras dengan keputusan yang hendak dibuat.
  • Teliti; Informasi tentang hal yang diprediksi terjadi pada masa depan haruslah dibuat seakurat mungkin agar ada nilai gunanya. Apabila informasi akuntansi tunggal dirasa kurang akurat, maka informasi ini dapat disajikan dalam bentuk kisaran misalnya penjualan di masa depan berkisar antara 2 juta hingga 2.5 juta dengan kemungkinan 95%.
  • Tepat waktu; Idealnya informasi harus disajikan sedini mungkin sebelum kehilangan kapasitasnya untuk mempengaruhi suatu keputusan. Oleh karena itu unsur tepat waktu sangat penting dalam hal ini.
  • Efektivitas biaya; Dalam memproses suatu informasi idealnya biaya yang digunakan tak boleh lebih besar dari manfaat informasi tersebut.
  • Mudah dimengerti; Informasi yang baik seharusnya disajikan dalam format yang singkat, jelas, lugas, dan gampang dipahami.

Kendala yang mempengaruhi kualitas informasi akuntansi

Dalam menyusun laporan akuntansi pada umumnya terdapat 4 kendala, yaitu cost – benefit, materialism, dan conservatism.

1. Cost - benefits

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa idealnya informasi itu harus menyumbangkan manfaat yang lebih besar daripada biaya yang digunakan dalam pemrosesannya. Tetapi sering terjadi kesulitan dalam mengukur manfaat di masa depan dari suatu informasi dengan perhitungan biaya yang dikeluarkan untuk memroses informasi tersebut

2. Materialism

Akuntansi yang benar adalah yang berkonsentrasi pada penyajian informasi penting yaitu informasi yang berdampak kepada keputusan penggunanya.

3. Conservatism

Yang disebut dengan conservatism adalah prinsip kehati-hatian dalam suatu kondisi tak pasti agar tak sampai terjadi optimisme berlebihan dalam manajemen dan pemilik badan usaha. Terdapat dua unsur pokok dalam conservatism, yaitu:

  • Sebelum terjadi, tak seharusnya informasi memiliki ekspektasi besar akan keuntungan. Sebaliknya mengantisipasi kerugian justru harus dilakukan. Contohnya adalah: misalnya terjadi kasus hukum dengan kemungkinan > 60% untuk memenangkan sejumlah uang, maka peluang tersebut tak boleh dibukukan sebagai harta sebelum hal ini benar-benar terealisasi. Sebaliknya, bila dalam suatu kasus perusahaan mempunyai potensi >60% mengalami kekalahan dan harus membayar denda, maka kewajiban ini harus segera dicatat walaupun belum terjadi.
  • Apabila terjadi kondisi dimana akuntan suatu perusahaan harus memilih metode akuntansi, maka yang bersangkutan harus memilih yang tidak beresiko bagi perusahaan.

Demikian ulasan singkat mengenai pengertian, karakter, dan kendala dalam sistem informasi akuntansi.

Baca Juga
Hubungi Kami

  PT AMZ Wira Indonesia

telp 0852 1338 0682
bb 0852 1338 0682
bb 5E9BB838
email amz.kelas@gmail.com

daftar online

testimoni peserta

Artikel Update
Sign Up for Newsletter



 
Copyright © 2015-2017 Kursus Akuntansi All Rights Reserved