Artikel

4 Panduan Mudah Membuat Laporan Keuangan Sederhana
Admin - Senin, 6 November 2017

Tidak hanya perusahaan besar saja yang membutuhkan catatan keuangan. Bisnis dalam level UKM hingga peseorangan pun juga membutuhkan sebuah pembukuan yang memaktub transaksi keuangan setiap harinya. 

Laporan keuangan ini juga bukannya sekedar berisi angka tanpa arti. Angka-angka tersebut hanyalah data yang dapat Anda olah menjadi sebuah informasi untuk mengetahui rincian pemasukan dan pengeluaran, laba dan rugi, serta kemampuan finansial yang dapat digunakan sebagai dasar dalam mengambil langkah-langkah yang bijak di masa depan.

Anda pun tidak harus menjadi seorang lulusan akuntansi untuk membuat laporan keuangan sederhana. Dengan panduan mudah ini, Anda bisa membuat sendiri laporan keungan sederhana untuk mencermati cash flow yang dimiliki.

1. Jangan Terpaku pada Istilah

Ada sangat banyak istilah dalam pembukuan. Sekalipun istilah ini sudah menjadi sangat umum, Anda yang tidak terbiasa dengan bahasa akuntansi mungkin akan mengalami kebingungan. 

Maka dari itu, jangan terlalu terpaku pada istilah: debit, kredit, piutang, aktiva, dan sebagainya. Dalam laporan keuangan Anda sendiri, gunakan saja istilah yang mudah dipahami. Dengan demikian, Anda tidak akan bingung saat membuat laporan keungan atau neraca yang dibuat oleh kedua tangan Anda sendiri.

2. Sediakan Buku Khusus Atau Aplikasi Pendukung

Tentu saja, Anda membutuhkan media untuk melakukan penatatatn akuntansi yang satu ini. Bila meletakkannya di sembarang kertas yang tercecer, tentu kemungkinan besar catatan tersebut akan hilang dan terbuang.

Oleh karenanya, sediakanlah sebuah buku khusus untuk memuat rincian transaksi akntansi Anda. Jika digunakan untuk kepentingan pribadi pun, Anda tidak harus menggunakan buku tebal atau panjang khas pencatatan. Bila terbiasa dengan tech-savvy, Anda bisa memanfataatkan teknologi seperti yang ada dalam bentuk mobile apps. 

Atau paling tidak, Anda bisa menggunakan Ms. Excel untuk solusi yang paling mudah. Dengan fungisi-fungsi komputeriasi yang canggih, penghitungan akan menjadi lebih praktis. Anda pun bisa mempelajari dasar-dasar penggunaan formula pada Ms. Excel di buku-buku atau internet.

3. Mencatat Setiap Detail Transaksi

Secara garis besar, transaksi keuangan dibedakan menjadi dua: pemasukan dan pengeluaran. Pemasukan pun sumbernya bermacam-macam, seperti dari gaji, uang Anda yang sedang dipinjam teman dan belum dikembalikan, dan lain-lain. Sekecil apa pun nominalnya, usahakan untuk tetap selalu ada dalam pembukuan yang Anda buat.

Sementara itu, pengeluaran juga mencakup utang yang belum dibayar, kredit alias cicilan barang, dan lain-lain. Bila Anda rutin melakukan belanja bulanan, pencatatan ini juga akan sangat membantu. Anda tidak harus menuliskan satu per satu jenis produk yang dibeli. Namun sebagai catatan sewaktu-waktu, Anda bisa menyimpan struknya dan memeriksanya kembali.

4. Kontinyu dalam Melakukan Pencatatan

Melakukan pembukuan semacam ini sama sekali tidak susah. Meski harus meluangkan waktu untuk menuliskan transaksi hariannya, hal ini justru akan memberikan benefit yang cukup banyak.

Satu-satunya masalah yang kerap muncul adalah rasa malas dan enggan untuk melakukan ini. Karena sudah terlanjur menganggap bahwa hal semacam ini mudah, pencatatan aliran dana menjadi seakan-akan  sesuatu yang tidak begitu penting. Jika sudah ada mental blocking seperti ini, tentu pekerjaan sangat bermanfaat yang ringan sekalipun menjadi mentah.

Dalam menyiapkan masa depan, hal-hal baik tentu harus dipersiapkan sejak dini. Meski bukan lulusan akuntansi, bukan berarti Anda tidak boleh atau tidak bisa membuat pembukuan keuangan sederhana untuk dapat menyiapkan strategi hal-hal yang akan dilakukan di masa mendatang.  

Semoga membantu!

Baca Juga
Hubungi Kami

  PT AMZ Wira Indonesia

bb 0852 1338 0682
email amz.kelas@gmail.com

daftar online

testimoni peserta

Artikel Update
Sign Up for Newsletter



 
Copyright © 2015-2017 Kursus Akuntansi All Rights Reserved